Wednesday, April 18, 2012

a moment more.

bismillah.
16 april 2012. isnin. tidak tahu mahu menggambarkan perasaan di kala itu bagaimana.
ya Allah. hari ini saya merasakan Allah dah tolong saya dengan yang terbaik sekali. it just...amazing
nikmat apa lagi yang aku nak dustakan... Allah T_T


Alhamdulillah...thumma alhamdulillah.
saat berjalan di bawah hujan... aku berharap titisan itu menjadi air mata ku yang tak mampu aku tumpahkan... terharunya aku pada setiap perkara yang Dia hadirkan pada ku... Dia permudahkan segalanya bagi ku... hari isnin yang aku merasakan akan menjadi worst tapi Dia lah mengaturkan dengan baik. Dia mengatur dengan baik. Allahhh. tiada kata mampu mengungkapkannya, perasaan ini, melainkan hati yang akan terus percaya padaMu.


dalam daurah adik2 yang lalu... ummi pesan: 'jangan risaukan masalah teknikal, rabbanikan daurah tu'
apa yang mampu aku lakukan. hatiku mengharapkan Allah mendengar doa-doa kami. meminta-minta, dalam sujud, dalam doa, dalam diam, dalam duduk-duduk bersama-sama adik2, aku berharap Allah tolong kami rabbani kan daurah ini... memberi sesuatu makna pada kami dan pada mereka. tatkala melihat wajah-wajah mereka, aku merasakan beban yang semakin kuat, yang semakin berat. percayalah Allah, jalan ini dirasakan semakin berat, saat aku menumpukan pemikiranku, tenagaku, utk jalan ini, tidak pernah aku tak rasa kusut, tapi ternyata memang Allah je yang betul2 akan smooth kan jalan ni utk kte. dan smooth kan urusan dunia kita lainnya.




'jagalah Allah nescaya Dia akan menjaga kamu, peliharalah Allah nescaya Dia akan berada di hadapan kamu, dan jika engkau memohon maka mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Allah, dan ketahuilah bahawa sekiranya umat berkumpul untuk memberikan suatu manfaat kepadamu, nescaya mereka tidak akan mampu berbuat demikian melainkan dengan sesuatu yang telah ditetapkan (ditakdirkan) oleh Allah, dan sekiranya umat berkumpul untuk mendatangkan bencana ke atas kamu, nescaya mereka tidak akan mampu berbuat demikian melainkan dengan sesuatu yang telah ditetapkan (ditakdirkan) oleh Allah. Dan telah diangkat segala pena dan telah kering segala buku.'
(Hadis Hasan Sahih Riwayat Iman Tarmidzi)



Allah, aku tak mampu hindarkan diri ku untuk terus memikirkan masalah2 diri ku yang perlu untuk aku perbaiki, utk persiapkan diri untuk jalan ini, dan dari terus memikirkan mereka. mereka menjadi sisi penting dalam jalan ini pada aku. medan amal ku, medan tarbiyyah ku. aku suka melihat wajah anak2 ini, adik2 lainnya, terpancar nur illahi pada wajah mereka. wajah-wajah suci. aku percaya tarbiyyah Allah akan merubah mereka...

di atas jalan yang masih panjang ini Allah, terus kuatkan kami. tarbiyyah lah kami dengan apa cara pun yang Engkau sukai, jadikan aku redha dengan setiap tarbiyyahMu..terima kasih atas jalan yang Engkau berikan ini... sayang Allah. 


Setiap nafas yang dihembus
Setiap degupan jantung
Aku selalu memikirkanMu
Dalam sedar dibuai angan
Dalam tidur dan khayalan
Aku selalu memikirkanMu
Ternyata ku perlukan cinta dari diriMu sayang
Barulah terasa ku bernyawa
Kasihku ku amat mencintai kamu
Kerana Kau beri erti hidup
Ku kan terus mencinta sedetik lebih selepas selamanya
Di kala penuh ketakutan dengan badai kehidupan
Ku bersyukur adanya kamu
Biarlah kehilangan semua yang dimiliki di dunia
Asal masih adanya kamu

(lagu ni khas untuk Allah je)

miqdad.

“Allah accepts whatever you give,
the more you give, the more He will open your heart,
the more it opens, the more it will fill with Him.
” 


Tuesday, April 3, 2012

yang menyempurnakanku




Sesungguhnya mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku, lain halnya Tuhan seluruh alam,
Iaitu Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku
dan Yang memberi makan dan minum kepadaku
dan apabila aku sakit, Dia lah yang menyembuhkan aku
dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku kembali.
dan Yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat

Asy-Syu'aro' :77-82
 Dia yang menyempurnakan ku...



langit, suka aku memandang kepadanya, kerana aku yakin benar, sekali aku berdoa kepadaNya, selamanya berada di langit, yang akan sentiasa memayungi diriku dan dirimu...

shah alam


Wednesday, March 7, 2012

berbagi makna



KH Rahmat Abdullah:

Memang seperti itulah dakwah. dakwah adalah cinta. dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu.

bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. tentang umat yg kau cintai.

Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yg menempel di tubuh rentamu. Tubuh yg luluh lantak diseret-seret. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari.

Seperti itu pula kejadiannya pada rambut Rasulullah. Beliau memang akan tua juga. Tapi kepalanya beruban karena beban berat dari ayat yg diturunkan Allah.

Sebagaimana tubuh mulia Umar bin Abdul Aziz. Dia memimpin hanya sebentar. Tapi kaum muslimin sudah dibuat bingung. Tidak ada lagi orang miskin yg bisa diberi sedekah. Tubuh mulia itu terkoyak-koyak.

Sulit membayangkan sekeras apa sang Khalifah bekerja. Tubuh yang segar bugar itu sampai rontok. Hanya dalam 2 tahun ia sakit parah kemudian meninggal. Toh memang itu yang diharapkannya; mati sebagai jiwa yang tenang.

Dan di etalase akhirat kelak, mungkin tubuh Umar bin Khathab juga terlihat tercabik-cabik. Kepalanya sampai botak. Umar yang perkasa pun akhirnya membawa tongkat ke mana-mana. Kurang heroik? Akhirnya diperjelas dengan salah satu luka paling legendaris sepanjang sejarah; luka ditikamnya seorang Khalifah yang sholih, yang sedang bermesra-mesraan dengan Tuhannya saat sholat.

Dakwah bukannya tidak melelahkan. Bukannya tidak membosankan. Dakwah bukannya tidak menyakitkan. Bahkan juga para pejuang risalah bukannya sepi dari godaan kefuturan.

Tidak… Justru kelelahan. Justru rasa sakit itu selalu bersama mereka sepanjang hidupnya. Setiap hari. Satu kisah heroik, akan segera mereka sambung lagi dengan amalan yang jauh lebih “tragis”.

Justru karena rasa sakit itu selalu mereka rasakan, selalu menemani… justru karena rasa sakit itu selalu mengintai ke mana pun mereka pergi… akhirnya menjadi adaptasi. Kalau iman dan godaan rasa lelah selalu bertempur, pada akhirnya salah satunya harus mengalah. Dan rasa lelah itu sendiri yang akhirnya lelah untuk mencekik iman. Lalu terus berkobar dalam dada.

Begitu pula rasa sakit. Hingga luka tak kau rasa lagi sebagai luka. Hingga “hasrat untuk mengeluh” tidak lagi terlalu menggoda dibandingkan jihad yang begitu cantik.

Begitupun Umar. Saat Rasulullah wafat, ia histeris. Saat Abu Bakar wafat, ia tidak lagi mengamuk. Bukannya tidak cinta pada abu Bakar. Tapi saking seringnya ditinggalkan” , hal itu sudah menjadi kewajaran. Dan menjadi semacam tonik bagi iman..

Karena itu kamu tahu. Pejuang yg heboh ria memamer-mamerkan amalnya adalah anak kemarin sore. Yang takjub pada rasa sakit dan pengorbanannya juga begitu. Karena mereka jarang disakiti di jalan Allah. Karena tidak setiap saat mereka memproduksi karya-karya besar. Maka sekalinya hal itu mereka kerjakan, sekalinya hal itu mereka rasakan, mereka merasa menjadi orang besar. Dan mereka justru jadi lelucon dan target doa para mujahid sejati, “ya Allah, berilah dia petunjuk… sungguh Engkau Maha Pengasih lagi maha Penyayang… “

Maka satu lagi seorang pejuang tubuhnya luluh lantak. Jasadnya dikoyak beban dakwah. Tapi iman di hatinya memancarkan cinta. Mengajak kita untuk terus berlari.




miqdad.

we know Allah would never give us something we can't handle 23:62